Jumat, 05 November 2010

Mengapa Seorang Muslim Tidak Boleh Meniup Makanan & Minuman

Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya supaya bisa manegakkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karenanya dia berusaha agar makan dan minumnya mendapatkan pahala dari Allah. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam.
Makan dan minum seorang muslim tidak sebatas aktifitas memuaskan nafsu, menghilangkan lapar dan dahaga semata. Karenanya, seorang muslim apabila tidak lapar maka dia tidak makan dan apabila tidak haus, dia tidak minum. Hal ini seperti yang diriwayatkan dari seorang sahabat,

“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.”

Dari sini, maka seorang muslim dalam makan dan minumnya senantiasa memperhatikan adab Islam yang telah dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar bernilai ibadah. Dan di antara adabnya adalah tidak bernafas dan meniup minuman. Hal ini didasarkan pada beberapa hadits, di antaranya dari Abu Qatadah, Nabishallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263)

Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Dan juga hadits Abu Sa’id al-Khudri radliyallah ‘anhu, Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk meniup di dalam air minum.” (HR. al-Tirmidzi no. 1887 dan beliau menyahihkannya)

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu.”

Dalam Zaadul Ma’ad IV/325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupnya.

Apa Hikmahnya?

Apa hikmahnya, sering menjadi pertanyaan kita sebelum mengamalkannya. Padahal dalam menyikapi tuntunan Islam hanya sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat), tanpa harus terlebih dahulu mengetahui hikmahnya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin al-Khathab sesudah mencium hajar Aswad, “Sesungguhnya aku tahu engkau hanya seonggok batu yang tidak bisa menimpakan madharat dan tidak bisa mendatangkan manfaat. Kalau seandainya aku tidak melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menciummu, pasti aku tidak akan menciummu.” (HR. Al-Bukhari no. 1494 dan Muslim no. 2230)

Namun yang jelas bahwa setiap yang disyariatkan dan dituntunkan oleh Islam pasti mendatangkan kebaikan dan setiap yang dilarangnya pasti mendatangkan madharat. Dan apabila seorang muslim mengetahui hikmah dari sebuah syariat, maka dia akan semakin mantap dalam mengamalkannya. Dan apabila belum mampu menyingkapnya, maka keterangan dari Al-Qur’an dan Sunnah sudah mencukupi.

Di antara hikmah larangan meniup minuman yang masih panas adalah karena nanti struktur molekul dalam air akan berubah menjadi zat asam yang membahayakan kesehatan.

Sebagaimana yang diketahui, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2).

Dan apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita.

Senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan.

Dari sini juga semakin jelas hikmah dari larangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam agar ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas. Hal ini karena ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.


Anda sedang membaca Artikel tentang Mengapa Seorang Muslim Tidak Boleh Meniup Makanan & Minuman ndan anda bisa menemukan Artikel Mengapa Seorang Muslim Tidak Boleh Meniup Makanan & Minuman ini dengan URL http://laylawaty.blogspot.com/2010/11/mengapa-seorang-muslim-tidak-boleh.html, Anda boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste nya jika Artikel Mengapa Seorang Muslim Tidak Boleh Meniup Makanan & Minuman ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, Namun jangan lupa untuk meletakkan Link Mengapa Seorang Muslim Tidak Boleh Meniup Makanan & Minuman sebagai Sumbernya.

13 komentar:

  • Muza elbanaf says:
    5 November 2010 pukul 20.05

    malam mbak, tengkyu sharenya.
    Btw kalo minumnya sendiri gpp to ato pake kipas misal pas darurat alias keburu waktu. Hehe.....ditawar? Maklum kadang kita kan gak sll makan di rumah...

  • Ella says:
    6 November 2010 pukul 07.48

    Malem juga mbak...hmmmh..pake di tawar ya... :-)
    Larangannya adl ditiup atau bernafas pd saat minum karena kalau kita bernafas/meniup akn mengeluarkan gas CO2 dan kalau bercampur dg air H2O maka akan bersenyawa menjadi zat asam yg berbahaya bagi tubuh, jadi disini adl hikmah dari laranagan Rasulullah tersebut. Nah..kalau dikipas bagaimana ya ? kayaknya harus diteliti dulu kalau dikipas itu megeluarkan CO2 apa nggak ya ? itu saja mungkin yg masih jadi pertanyaan saya. Mungkin mbaknya bisa jawab.

  • ra says:
    6 November 2010 pukul 16.08

    kunjungan akhir pekan ^^

    infonya menarik sekali :)

  • TUKANG CoLoNG says:
    6 November 2010 pukul 19.32

    hm..masih bingung nih. kalo panes ditunggu ampe dingin sendiri gitu ya..?

  • Anonim says:
    6 November 2010 pukul 20.48

    menarik
    blue suka artikelnya
    salam hangat dari blue

  • Ella says:
    6 November 2010 pukul 21.24

    @Ra : makasih atas kunjungannya
    @Tukang colong : yah...begitulah sunnah Rasul, kalau mau makan/minum kalau masih panas jgn ditiup, ditunggu saja sampai agak dingin. sekalian belajar sabar. :-)
    @Blue : salam juga dari saya.

  • TS Frima says:
    7 November 2010 pukul 09.59

    terimakasih atas kunjungan dan komentarnya di blog saya ^^
    ohya, ngomong-ngomong, cerita yang kemarin sudah saya lanjutkan. kalau berkenan, silahkan mampir lagi :)

  • Anonim says:
    23 November 2010 pukul 20.38

    saatnya bersemangat
    salam hangat dari blue

  • FB says:
    26 November 2010 pukul 18.45

    Zaman sekarang emang orangnya enggak sabaran.. Kalo makanan/minuman panas ditiup -tiup..padahal enggak baik buat kesehatan

  • Unknown says:
    28 November 2010 pukul 21.54

    oo jadi gak boleh ditiup toh..manggut2...kalo soal makan sih emang iya. jgn kekenyangan kalo makan, gak baik untuk kesehatan.

  • Anonim says:
    5 Desember 2010 pukul 22.14

    semangat semangat
    salam hangat dari blue

  • Unknown says:
    20 Maret 2013 pukul 18.26

    aku suka itu

  • Anonim says:
    22 September 2014 pukul 07.02

    yaa jaman ini kan orangnya gak tau klo minuman & makanan panas gak boleh ditiup-tiup.... -________-!!!

Posting Komentar