Kamis, 16 September 2010

Tuhan Dan Tukang Cukur

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.
“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”.

“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .

Read more »

Selasa, 14 September 2010

JIKA SUFI BICARA CINTA

Sungguh, cinta dapat mengubah yang pahit menjadi manis..
Debu beralih emas..
Keruh menjadi bening..
Sakit menjadi sembuh..
Penjara berubah menjadi telaga..
Derita menjadi nikmat..
dan kemarahan menjadi rahmat..
Cintalah yang mampu meluluhkan besi..
Menghancurkan batu karang..
Membangkitkan yang mati dan memberikan kehidupan kepadanya..
serta membuat budak menjadi pemimpin.. (Jalaluddin Rumi)

Semua orang mencintai wanita, tetapi mereka berkata:
"Mencintai wanita adalah awal dari sebuah derita."
Bukan wanita yang membuat derita. Tetapi mencintai wanita yang tidak mencintaimulah yang akan menciptakan derita bagimu. (Imam Syafi'i)

Malapetaka paling besar adalah bila engkau mencintai seseorang yang sedang mencintai orang lain. Atau jika engkau mengharapkan kebaikan seseorang, akan tetapi justru orang itu berharap agar kita celaka atau binasa. (Imam Syafi'i)

Cinta adalah buhulnya iman, dimana orang tidak akan sejahtera maupun selamat dari ancaman Allah tanpa cinta. Maka hendaklah hamba itu berperilaku atas dasar cinta. (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)

Jika mata batin Anda tidak mampu menangkap dan mencermati secara seksama terhadap kemuliaan dan kesempurnaan Sang Maha Pencipta dan tidak mampu mencintai-Nya dengan kecintaan yang amat sangat, maka Anda jangan sampai tidak mencintai pemberi nikmat dan yang berbuat baik kepada Anda. Anda jangan sekali-kali lebih rendah daripada seekor anjing, sebab anjing itu mencintai tuannya yang selalu berbuat baik kepadanya. (Imam Ghozali)

Sekiranya aku disuruh memilih umur sampai seratus tahun dan kugunakan untuk beribadah kepada Allah dengan nyawaku diambil hari ini juga, niscaya kupilih nyawaku dicabut sekarang juga, karena rinduku kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang sholeh dari hamba-hambaNya. (Muhammad Mahdi Al-Shifi)

Sholawat dan salam yang kita ungkapkan lewat bibir mungil para bayi yang tersenyum dengan mata telanjang bening berbinar, lebih dari kejujuran hati kita masing-masing.
Sampai Nabi SAW menyebutkan," Tak seorangpun akan menggapai kesempurnaan imannya, sampai Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya ketimbang keluarga, harta, dan sesama manusia. (Muhammad Luqman Hakiem)

Seseorang datang kepada rabi'ah, tetapi ia mengumpat dunia. Rabi'ah lalu mengatakan:
"Rasulullah SAW bersabda: Jika seseorang mencintai sesuatu lebih dari mengingat Allah, lalu ingatannya itu akan membawanya kepada kesia-siaan." (Rabi'ah Al-Adawiyah)

Setiap makhluk dihiasi dengan atribut-atribut kecantikan dan cinta adalah burung yang telah terbang dari sangkar kesatuan bertengger di cabang penampilan dan keserbaragaman. dari kecemerlangan itu megah dari si kekasih, dan dari itu pula ratapan sedih si pencinta.." (Hakim Nuruddin Abdurrahman Jami')

Aku mencintai orang-orang sholeh, meskipun aku belum termasuk golongan mereka. Aku harap semoga aku mendapat syafaat dari mereka.
Aku membenci orang-orang durhaka, meskipun sebenarnya, mungkin, aku termasuk golongan mereka. (Imam Syafi'i)

Amr Bin Geis berkata sambil menangis di waktu menderita sakit yang mengantarkannya pada sakaratul maut :
Saya menangis bukan karena dunia yang kalian cintai, tetapi yang saya tangisi adalah ... Terpisahnya tenggorokanku dari kehausan di musim panas, dan terpisahnya diriku dari bangun malam di musim dingin.(Muhammad Mahdi Al-Shifi)

Read more »

Kamis, 09 September 2010

Makna Kehidupan

Bicara tentang makna kehidupan, ada dua macam kehidupan yang kita pahami sebagai seorang muslim yakni kehidupan yang fana yang sekarang kita jalani serta kehidupan nanti yaitu kehidupan setelah kematian. Tentu saja yang terakhir hanya dipercayai oleh mereka yang beragama, yang percaya bahwa semua akan kembali kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Dan bahwa dimana dan bagaimana kehidupan kita sesudah mati tergantung dari bagaimana kehidupan kita saat ini.



Lalu diantara dua kehidupan itu manakah yang lebih penting, tentu saja bagi mereka yang beragama kehidupan abadi sesudah kematian adalah yang lebih penting.
Rasulullah bersabda, Hidup ini ibarat jembatan menuju ke kehidupan sesudahnya maka janganlah kalian membangun istana di atasnya. Nanti kalian lupa akan tujuan akhirnya. Sabda Rasulullah ini untuk mengingatkan kita untuk tidak terbuai oleh hiasan-hiasan dunia sehingga lupa akan tujuan kita yang sebenarnya yaitu Kampung Akhirat yang kekal dan abadi.

Namun di lain kesempatan saya juga teringat akan Sabda Rasulullah : Janganlah kalian menjadi miskin karena kemiskinan itu dekat kepada kekufuran.
Tentu saja makna miskin di sini sangat relatif, bisa dimaksudkan miskin iman ataupun bisa juga miskin sehingga tidak bisa hidup dengan layak.

Tapi pada kesempatan kali ini, kita sepakat untuk membicarakan miskin dalam arti tidak memiliki kehidupan yang layak sehingga iman mereka tergadai oleh sebungkus mie instan misalnya.

Bagi saya kedua sabda Rasulullah tersebut mengisyaratkan adanya keseimbangan diantara dua kehidupan. Betul bahwa akhirat adalah tujuan kita, namun dalam mencapai tujuan tersebut dalam kehidupan kita di dunia ini, kita masih terganjal oleh kemiskinan, kebodoahan dan ketidakadilan.

Lalu bagaimana mencari keseimbangan itu ?
Dulu kita disuruh bekerja keras maka sekarang kita di tuntut untuk bekerja keras dan bekerja cerdas.
Dulu bekerja sendiri-sendiri sekarang bekerja sama, ibarat sapu lidi kalau satu batang mungkin tidak ada gunanya tapi kalau satu ikat sapu lidi, maka halaman rumahpun jadi bersih.

Berdoa dan bekerja itulah semboyan hidup kita, berdoa dalam artian ibadah, yang dibarengi oleh kerja kita yang merupakan manifestasi dari ibadah-ibadah kita untuk mengangkat kita dari lubang kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan diantara sesama, Insya Allah ini akan menjadi nilai keimanan kita di hadapan Allah SWT, sebagai bekal kita di kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.

Dan di kesempatan ini, di tengah malam pada malam yang penuh suka cita menyambut datangnya Hari Kemenangan, di tengah alunan merdu suara Takbir yang berkumandang dari masjid-masjid di sekitar, dengan tulus saya mengucapkan ke seluruh kaum muslimin dimanapun berada : Taqoballahu Minna wa minkum, semoga Allah menerima semua amal ibadah kita di BUlan Romadhon dan 1 Syawal 1431 H sebagai momen awal bagi kita untuk memulai kehidupan yang baru, dengan semangat baru untuk selalu menjadi yang terbaik untuk menggapai keridhoan Allah SWT.


Read more »

Senin, 30 Agustus 2010

Apakah Cintamu Cinta Sejati

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.
Bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi, dan dengan tanpa diduga Abdurrahman jatuh cinta kepadanya.
Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: Bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar , maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman
Abdurrahman pun sangat gembira, apa yang diimpikannya telah menjadi kenyataan, begitu cintanya Abdurrahman kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain.
Akan tetapi tidak begitu lama Laila jatuh sakit sehingga sirnalah kecantikannya, Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya.
Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?
Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya). (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.
Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian.
Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?
Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh buaian dusta dan janji-janji palsu.
Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?
Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)
Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tudak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.
Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.(Qs. Az Zukhruf: 67)
Yahya bin Mu’az berkata: Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.  

Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi.
Wallahu a’alam bisshowab

Read more »

Jumat, 28 Mei 2010

The Story of a Bamboo Tree

Hey all, today I wanna post about the story. This is a syimbolic story, this story is tell about how Allah work to our life so make us became better person  in the sight of Allah. Oke guys...want to know the whole of story so...let's chek this out. Here is the story :

A beautiful piece of bamboo growing in the yard of a farmer. This bamboo stems grow tall towering among other bamboo stalks.

One day, came the farmer who owns the bamboo tree.
He said to a bamboo pole, "O bamboo, Do you agree if I use you as a drain pipe, which is very useful for irrigating my field ?"

The Bamboo rod answered, "Oh of course I want if it will be useful for you, sir. But tell me what would you do to make me into the water pipe."
The farmer replied, "First, I'll cut you to separate you from your clamp.
Then I will throw your branches that can injure people whom holding you. After that I'll cut you apart in accordance with my needs. Finally I will get rid of bulkhead in your stem, so that water can flow smoothly.
When I'm done with my work, you will be the pipeline that will drain the water to irrigate my rice field so the paddy that I planted grow flourishing.

Hearing this, the stems long silence ..... , Then he said to the farmer, "Sir, I would feel very sick when you cut me down. It certainly will be hurt when you throw my branch, even more sick again when you broke my beautiful steam, and definitely irresistible when you dredge up the inside of my body to get rid of bulkhead. Would I be strong through all the processes , sir? "

Farmers said to that bamboo rods, "O bamboo, you must be strong through it all, I chose you because you are the most powerful of all stem in this grove. So calm down."

Finally the bamboo sticks give up, "All right, sir. I wanted to be useful for you. It's me, cut me, do it according to what you want."

After the farmer finished with his job, beautiful bamboo sticks that used to decorate the home yard of the farmer, has now turned into water pipes to irrigate the rice fields that can flourish and bear much paddy fruit.

Have we ever think the problems that come and go endless, Allah is being process us to become beautiful in front of Him ? Just like the bamboo sticks, we are being forged, Allah is making us perfect. He was throwing all the pride and our character that are not pleasing to Him. But do not worry, we definitely will be strong because Allah will not give us burden which we could not endure, like what has mentioned in Al-Qur'an verse ( 2 : 286 ) with the translation :“Allâh burdens not a person beyond his scope......”. So, do we surrender to the will of Allah, let Allah free to work within us, to make us better person in front of Him?

Like the bamboo sticks, let us say, "Here I am Allah, do it in accordance with which You prefer.

Read more »

Sabtu, 22 Mei 2010

Cinta Sang Bulan dan Matahari

Suatu hari sang bulan berkata kepada matahari :
Oh Cintaku, kau menyinari manusia dan membuat mereka senang sepanjang hari, dan Aku akan menghibur mereka dan memberikan mereka rasa damai dan kebahagiaan pada malam hari saat mereka bercinta, tapi aku benar-benar kesepian dan sendiri. Kau tak pernah bersama denganku menemani aku. Dapatkah kita saling bergandeng tangan sebagaimana yang mereka lakukan ?


Lalu Matahari menjawab;
"Oh sayang, aku tidak sedang menyinari mereka, melainkan aku menyinari cintaku padamu, sehingga kau tidak merasa kesepian. Cahayaku akan membuatmu bersinar indah dan kecantikanmu akan membuat setiap mata gadis-gadis penuh dengan iri dan cemburu. Kita hidup di dunia yang terpisah tapi aku akan selalu menyinari cintaku padamu selamanya, sampai Tuhan Yang Maha Kuasa membawa kita bersama di Surga."

Bulan merasa puas dengan jawaban Matahari, tetapi ia tidak pernah puas dengan hal ini. Dia sangat mencintai Matahari sehingga tak tertahankan baginya untuk hidup terpisah.

Suatu hari, Bulan berkata dalam hati, Saya tidak boleh berputus asa dan saya harus kuat agar dapat terus bersama dengan Matahari. Mulai hari ini, aku akan berlama-lama di langit sampai pagi hanya untuk melihat Matahari, walaupun itu hanya untuk sementara waktu.
Bulan berusaha untuk menunjukkan dan membuktikan cinta sejatinya kepada Matahari. Lalu dia tetap di langit setiap pagi hingga siang agar dapat bersama dengan Matahari walau hanya sekejap,walaupun cahaya bulan tak seindah di waktu malam, Kecantikannya memudar oleh pagi dan dia sedih karena dia tidak dapat menunjukkan kepada Matahari akan kecantikannya.

Walaupun keduanya muncul pada pagi yang sama, mereka hanya bisa saling memandang dari kejauhan. Mereka tidak bisa saling berdekatan untuk dapat bergandeng tangan atau saling berpelukan erat. Meskipun demikian, Bulan sangat bahagia karena mereka bisa saling memandang satu sama lain.

Dan sungguh sangat menyedihkan bagi Matahari, karena ia hanya dapat melihat wajah pucat Sang Bulan yang memandanginya setiap pagi, tidak bersinar cerah dan dan seindah Bulan di kala malam.

Lalu Mataharipun bertanya pada sang bulan ;
“Wahai kekasihku, kenapa kau nampak begitu pucat dan sedih ?”

Sang bulanpun menjawab :
“Wahai kekasihku, Aku sedih karena aku tidak bisa dekat denganmu dan aku nampak pucat karena kau bersinar begitu terang. Kau sirami aku dengan sinaran cintamu yang begitu besar, dan hal ini membuatku menderita, karena aku tidak bisa bersama denganmu.”

Matahari nampak kebingungan dengan jawaban sang bulan, lalu dia kemudian bertanya lagi kepada sang bulan :
“Wahai kekasihku, apakah kamu ingin aku mengurangkan sinaran cintaku padamu sehingga kau dapat menyinari langit pagi dengan cahaya indahmu dan senyumanmu ?”

Mendengar hal ini, sang bulanpun menjawab :
“Wahai kekasihku, jangan kau lakukan itu. Jika kau tidak menyinari cintamu padaku, lalu selamanya aku akan menjadi gelap sekalipun di malam hari, dan bekas luka di badanku takkan terobati.

Lalu merekapun terus menjalani kehidupan seperti ini. Sang Matahari menyinari bumi setiap hari dan ketika malam tiba, Sang Rembulan yang kesepian akan mencoba menghalau kesepian manusia.

Mereka hanya bisa saling memandang di setiap pagi lalu kemudian mereka akan terpisah kembali. Akhirnya sang bulan merasa tak terpuaskan, Dia merindukan Sang Matahari setiap saat dan dia hanya dapat memandanginya dari kejauhan di setiap pagi. Dan hal ini tidaklah cukup baginya.

Jadi, tanya Bulan kepada Matahari kembali;
"Oh kekasihku, jika aku bisa berlama-lama di pagi hari yang cerah, mengapa kamu tidak bisa melakukan hal yang sama pada malam hari, jika dirimu hadir di malam hari, maka aku selalu bisa menunjukkan kecantikanku padamu?"

Mendengar pertanyaan ini, Matahari menjadi bingung dan tidak memiliki jawabannya sendiri. Dia juga bertanya-tanya mengapa dia tidak bisa bersinar di malam hari. Setelah beberapa saat memikirkan hal ini, Sang Matahari menjawab;
"Oh sayangku, apakah kau lupa Firman Allah dalam Kitab Suci Al-Qur'an :

Lalu Sang Matahari membaca Surah Az-Zumar ayat 5 :
“ Dia menciptakan langit dan bumi dengan [tujuan] yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. “

Mendengar lantunan ayat tersebut, Sang Bulanpun menitikkan air mata, lalu dia memohon ampunan kepada Allah SWT, karena dia sedang berusaha menentang aturan Penciptaan Allah SWT. Allah telah menakdirkan demikian. Sang Bulanpun menyadari bahwa dia tidak dapat bersama dengan kekasih hatinya Sang Matahari. Yang bisa dia lakukan hanyalah memandangi Sang Matahari dari kejauhan dengan wajah pucat dan raut kesedihan.

Untuk mengurangkan kesedihan Sang Bulan, Sang Mataharipun kemudian membaca Surah Al-Qiyamah, ayat 9 :
“Dan matahari dan bulan dikumpulkan.”

“Wahai kekasihku, akan ada saat dimana kita akan dapat bersama,bersabarlah”, ujar Sang Matahari kepada Sang Bulan.

Lalu kemudian, Sang Bulan dan Mataharipun selalu menunggu dan menunggu hingga Allah Yang Maha Kuasa mengabulkan harapan mereka untuk dapat bersama.

Cinta Sang Matahari dan Sang Bulan adalah cinta yang sangat tragis. Saling mencintai tapi tidak bisa saling memiliki. Dalam kehidupan ini, akan selalu ada cinta yang demikian, cinta yang tidak dapat bersatu di dalam kehidupan dunia ini dan yakinlah bahwa Allah pasti akan memberikan cinta ini kelak di surga-Nya.
Nasib ada ditangan Allah dan Takdir Allah adalah haq atas hamba-hambanya. Akan ada saat dimana cintamu akan terwujud. Jika cinta di dunia ini bukan untukmu, yakinlah bahwa cinta di surga kelak akan menantimu.

Adam dan Hawa bertemu di Jabal Rahma setelah bertahun-tahun mereka terpisah. Dan Allah mengabulkan harapan cinta mereka. Sama halnya seperti Sang Matahari dan Sang Bulan. Cinta mereka telah ditakdirkan untuk bersama pada hari kiamat. Allah telah menjanjikan pada hari Kiamat, ketika Hari pembalasan telah tiba, adalah saat dimana sang matahari dan bulan akan bertemu. Anehnya bagi mereka, dalam kekacauan akhir dunia adalah waktu bagi mereka untuk menjadi bahagia selamanya.

Untuk cinta yang tidak pernah akan terwujud di dunia ini, aku berdoa kepada Allah untuk memberikan kita kekuatan untuk bersabar sampai cinta terwujud dalam surga penuh Kebahagiaan. Tunggulah seperti matahari dan bulan yang telah saling menunggu dari awal dunia sampai Akhir Dunia. Dan setiap kali Anda lelah menunggu, pikirkan berapa lama Matahari dan Bulan telah saling menunggu.

Ingatlah janji Allah bagi mereka yang sabar :
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan [yang baik]”.( Al-Ra'd :22)

Dan juga bagi pasangan yang belum menikah, yang saling mencintai satu sama lain, ada batas yang tidak boleh dilanggar. Jangan sentuh apa-apa yang belum halal untukmu. Jangan biarkan dirimu larut terlalu jauh sehingga cintamu tenggelam ke dalam cinta yang penuh nafsu , sehingga cinta berubah menjadi Nafsu cinta. Seperti Matahari dan Bulan, mereka bersabar menunggu hingga waktu yang telah ditetapkan, lakukan hal yang sama. Saatnya akan tiba jika kalian telah menikah dan engkau dapat menyentuh apapun yang telah halal bagimu. Cinta adalah ujian dari Allah. Cinta tidak akan berarti apa-apa dan hanya akan menjadi kesia-siaan, jika tidak dimurnikan untuk keikhlasan kita mencari keridhoan Allah semata.

Apakah engkau ingin menuai buah cinta yang manis ( Anak-anak yang sholeh ) yang datang dari cinta kalian. Jika kita gagal dalam ujian cinta ini, lalu akankah kita bisa mencapai Surga-Nya ? Kesabaran adalah hal yang paling di uji dalam cinta. Dan orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang mampu melampaui ujian ini. Dan mereka adalah orang-orang yang mulia di sisi Allah.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh dalam agama Allah ) di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.”   ( Al-Imran : 142 )

Wanita halal bagimu setelah mereka dinikahi. Sekalipun kamu telah mengubah status facebookmu berkali-kali, mengumumkan kepada khalayak bahwa kamu berhubungan dengan seorang gadis atau sorang pria, namun hal ini tidak pernah bisa merubah keadaan kalian. Kalian berdua tetaplah 'Haram' satu sama lain. Begitu pula dengan pertunangan, pertunangan bukanlah hal yang secara otomatis menjadikan dirinya menjadi milikmu. Sebagaimana yang telah saya katakan sebelumnya, pernikahan adalah satu-satunya jalan untuk kalian dapat bersikap dan bertindak serta menjalani kehidupan selayaknya pasangan.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an :
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra' : 32)

Love is a funny thing, can be dangerous, can be tricky, can be a-long-tiring-endless-waiting, but if you love the right way you will surely touch the Heaven of Earth and the Heaven in the Hereafter.

Courtesy to: I love Allah and Muhammad (Sall-Allaahu alayhi wasallam) ♥ page


Read more »