Minggu, 19 September 2010

Al-Quran Dibakar tapi Tuhan Lepas Tangan?

Tidak hanya anda yang kaget membaca judul tulisan ini. Tapi saya sendiri juga. Dan tulisan ini adalah lanjutan dari wawancara  si A dengan seorang blogger sesat mengenai postingannya. dan ini adalah petikannya :

Si A:
Itu pernyataan anda kok menggemparkan sekali?

Blogger sesat:
Apanya yang menggemparkan?

Read more »

Jumat, 17 September 2010

Islam dan Poligami

Isu poligami telah mengundang pro dan kontra di masyarakat khususnya kaum Muslimin. Pro dan kontra tersebut terjadi tidak saja di kalangan kaum laki-laki namun juga pada kaum perempuan. Sebagian kaum perempuan muslim melihat praktek poligami sebagai penindasan terhadap kaum perempuan oleh laki-laki, sementara perempuan muslim lainnya memandang bahwa poligami sebagai bentuk ibadah dengan surga sebagai ganjarannya.

Read more »

Kamis, 16 September 2010

Tuhan Dan Tukang Cukur

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.
“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”.

“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .

Read more »

Selasa, 14 September 2010

JIKA SUFI BICARA CINTA

Sungguh, cinta dapat mengubah yang pahit menjadi manis..
Debu beralih emas..
Keruh menjadi bening..
Sakit menjadi sembuh..
Penjara berubah menjadi telaga..
Derita menjadi nikmat..
dan kemarahan menjadi rahmat..
Cintalah yang mampu meluluhkan besi..
Menghancurkan batu karang..
Membangkitkan yang mati dan memberikan kehidupan kepadanya..
serta membuat budak menjadi pemimpin.. (Jalaluddin Rumi)

Semua orang mencintai wanita, tetapi mereka berkata:
"Mencintai wanita adalah awal dari sebuah derita."
Bukan wanita yang membuat derita. Tetapi mencintai wanita yang tidak mencintaimulah yang akan menciptakan derita bagimu. (Imam Syafi'i)

Malapetaka paling besar adalah bila engkau mencintai seseorang yang sedang mencintai orang lain. Atau jika engkau mengharapkan kebaikan seseorang, akan tetapi justru orang itu berharap agar kita celaka atau binasa. (Imam Syafi'i)

Cinta adalah buhulnya iman, dimana orang tidak akan sejahtera maupun selamat dari ancaman Allah tanpa cinta. Maka hendaklah hamba itu berperilaku atas dasar cinta. (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)

Jika mata batin Anda tidak mampu menangkap dan mencermati secara seksama terhadap kemuliaan dan kesempurnaan Sang Maha Pencipta dan tidak mampu mencintai-Nya dengan kecintaan yang amat sangat, maka Anda jangan sampai tidak mencintai pemberi nikmat dan yang berbuat baik kepada Anda. Anda jangan sekali-kali lebih rendah daripada seekor anjing, sebab anjing itu mencintai tuannya yang selalu berbuat baik kepadanya. (Imam Ghozali)

Sekiranya aku disuruh memilih umur sampai seratus tahun dan kugunakan untuk beribadah kepada Allah dengan nyawaku diambil hari ini juga, niscaya kupilih nyawaku dicabut sekarang juga, karena rinduku kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang sholeh dari hamba-hambaNya. (Muhammad Mahdi Al-Shifi)

Sholawat dan salam yang kita ungkapkan lewat bibir mungil para bayi yang tersenyum dengan mata telanjang bening berbinar, lebih dari kejujuran hati kita masing-masing.
Sampai Nabi SAW menyebutkan," Tak seorangpun akan menggapai kesempurnaan imannya, sampai Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya ketimbang keluarga, harta, dan sesama manusia. (Muhammad Luqman Hakiem)

Seseorang datang kepada rabi'ah, tetapi ia mengumpat dunia. Rabi'ah lalu mengatakan:
"Rasulullah SAW bersabda: Jika seseorang mencintai sesuatu lebih dari mengingat Allah, lalu ingatannya itu akan membawanya kepada kesia-siaan." (Rabi'ah Al-Adawiyah)

Setiap makhluk dihiasi dengan atribut-atribut kecantikan dan cinta adalah burung yang telah terbang dari sangkar kesatuan bertengger di cabang penampilan dan keserbaragaman. dari kecemerlangan itu megah dari si kekasih, dan dari itu pula ratapan sedih si pencinta.." (Hakim Nuruddin Abdurrahman Jami')

Aku mencintai orang-orang sholeh, meskipun aku belum termasuk golongan mereka. Aku harap semoga aku mendapat syafaat dari mereka.
Aku membenci orang-orang durhaka, meskipun sebenarnya, mungkin, aku termasuk golongan mereka. (Imam Syafi'i)

Amr Bin Geis berkata sambil menangis di waktu menderita sakit yang mengantarkannya pada sakaratul maut :
Saya menangis bukan karena dunia yang kalian cintai, tetapi yang saya tangisi adalah ... Terpisahnya tenggorokanku dari kehausan di musim panas, dan terpisahnya diriku dari bangun malam di musim dingin.(Muhammad Mahdi Al-Shifi)

Read more »

Kamis, 09 September 2010

Makna Kehidupan

Bicara tentang makna kehidupan, ada dua macam kehidupan yang kita pahami sebagai seorang muslim yakni kehidupan yang fana yang sekarang kita jalani serta kehidupan nanti yaitu kehidupan setelah kematian. Tentu saja yang terakhir hanya dipercayai oleh mereka yang beragama, yang percaya bahwa semua akan kembali kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Dan bahwa dimana dan bagaimana kehidupan kita sesudah mati tergantung dari bagaimana kehidupan kita saat ini.



Lalu diantara dua kehidupan itu manakah yang lebih penting, tentu saja bagi mereka yang beragama kehidupan abadi sesudah kematian adalah yang lebih penting.
Rasulullah bersabda, Hidup ini ibarat jembatan menuju ke kehidupan sesudahnya maka janganlah kalian membangun istana di atasnya. Nanti kalian lupa akan tujuan akhirnya. Sabda Rasulullah ini untuk mengingatkan kita untuk tidak terbuai oleh hiasan-hiasan dunia sehingga lupa akan tujuan kita yang sebenarnya yaitu Kampung Akhirat yang kekal dan abadi.

Namun di lain kesempatan saya juga teringat akan Sabda Rasulullah : Janganlah kalian menjadi miskin karena kemiskinan itu dekat kepada kekufuran.
Tentu saja makna miskin di sini sangat relatif, bisa dimaksudkan miskin iman ataupun bisa juga miskin sehingga tidak bisa hidup dengan layak.

Tapi pada kesempatan kali ini, kita sepakat untuk membicarakan miskin dalam arti tidak memiliki kehidupan yang layak sehingga iman mereka tergadai oleh sebungkus mie instan misalnya.

Bagi saya kedua sabda Rasulullah tersebut mengisyaratkan adanya keseimbangan diantara dua kehidupan. Betul bahwa akhirat adalah tujuan kita, namun dalam mencapai tujuan tersebut dalam kehidupan kita di dunia ini, kita masih terganjal oleh kemiskinan, kebodoahan dan ketidakadilan.

Lalu bagaimana mencari keseimbangan itu ?
Dulu kita disuruh bekerja keras maka sekarang kita di tuntut untuk bekerja keras dan bekerja cerdas.
Dulu bekerja sendiri-sendiri sekarang bekerja sama, ibarat sapu lidi kalau satu batang mungkin tidak ada gunanya tapi kalau satu ikat sapu lidi, maka halaman rumahpun jadi bersih.

Berdoa dan bekerja itulah semboyan hidup kita, berdoa dalam artian ibadah, yang dibarengi oleh kerja kita yang merupakan manifestasi dari ibadah-ibadah kita untuk mengangkat kita dari lubang kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan diantara sesama, Insya Allah ini akan menjadi nilai keimanan kita di hadapan Allah SWT, sebagai bekal kita di kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.

Dan di kesempatan ini, di tengah malam pada malam yang penuh suka cita menyambut datangnya Hari Kemenangan, di tengah alunan merdu suara Takbir yang berkumandang dari masjid-masjid di sekitar, dengan tulus saya mengucapkan ke seluruh kaum muslimin dimanapun berada : Taqoballahu Minna wa minkum, semoga Allah menerima semua amal ibadah kita di BUlan Romadhon dan 1 Syawal 1431 H sebagai momen awal bagi kita untuk memulai kehidupan yang baru, dengan semangat baru untuk selalu menjadi yang terbaik untuk menggapai keridhoan Allah SWT.


Read more »

Senin, 30 Agustus 2010

Apakah Cintamu Cinta Sejati

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.
Bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi, dan dengan tanpa diduga Abdurrahman jatuh cinta kepadanya.
Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: Bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar , maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman
Abdurrahman pun sangat gembira, apa yang diimpikannya telah menjadi kenyataan, begitu cintanya Abdurrahman kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain.
Akan tetapi tidak begitu lama Laila jatuh sakit sehingga sirnalah kecantikannya, Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya.
Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?
Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya). (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.
Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian.
Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?
Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh buaian dusta dan janji-janji palsu.
Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?
Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)
Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tudak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.
Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.(Qs. Az Zukhruf: 67)
Yahya bin Mu’az berkata: Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.  

Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi.
Wallahu a’alam bisshowab

Read more »